e-government kota Palu

Antara Idealisme dan Implementasi
Definisi e-government menurut Bank Dunia:


E-Government itu merujuk kepada penggunaan teknologi informatika oleh kantor-kantor pemerintahan baik itu badan atau perseorangan (seperti Wide Area Network, koneksi internet, dan komputer portabel) yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mentransformasikan hubungan dengan masyarakat, dunia usaha dan lembaga pemerintah lainnya.


Pemerintah kota Palu, baik itu pimpinan lembaga eksekutif walikota Palu, Rusdi Mastura maupun pimpinan lembaga legislatif ketua DPRD kota Palu, A. Mulhanan Tombolotutu, keduanya amat peduli pada perkembangan teknologi informatika demi memajukan kota Palu. Itu yang aku rasakan setelah terlibat langsung pembangunan infrastruktur WAN kota Palu tahun 2006, 2007 dan 2008 sebagai tenaga ahli LAN & WLAN dari UPT Produksi Keteknikan Universitas Tadulako mitra kerja pemerintah kota Palu dalam mengembangkan IT dan e-government.



Pegel ah nulis dengan gaya formal :)
Kenyataannya, di lapangan sungguh tidak mudah menerjemahkan konsep, ide dan cita-cita tentang e-government ke sebuah implementasi. Emang bener pepatah klasik ini: "Lebih mudah ngomong daripada kerja." Itu baru kendala teknis di lapangan, belum lagi non-teknis, seperti mengakomodir kepentingan-kepentingan yang sifatnya politis dan non-politis.

Sepertinya blog ini bakal tidak berkesudahan bila kubiarkan mengalir. Aku batasi di soal-soal teknis saja.

Onno W. Purbo inspirasi pekerja IT di Indonesia
Kendala teknis pertama minimnya literatur, referensi, contoh kasus, rancang-bangun dan trouble-shooting tentang sebuah WAN (Wide Area Network) untuk skala sebuah kota dengan kontur penuh bukit dan lembah seperti Palu teratasi berkat artikel-artikel tentang networking, freeBSD, Linux, Wi-LAN, Motorola Canopy dan lain-lain (aku make dan lain-lain bukan karena aku males nulis, tapi emang kelewat banyak buat ditulis) karya Oom Onno W. Purbo yang dipublikasikan secara gratis di internet.

Terima kasih Oom Onno tanpa itu semua (Tuhan kok gak disebut? Bagaimana aku harus berterima kasih pada-Nya bila tanpa rahmat-Nya, aku bahkan tidak pernah ada di dunia..) elektronku tidak bisa melompat ke orbit berikutnya untuk melakukan lompatan quantum dan melepaskan energi besar yang dibutuhkan untuk meraih pencerahan, pengalaman dan pengetahuan baru (Halah! kok jadi ngebahas fisikia quantum? Ini pasti gara-gara lagi keranjingan baca artikel Origin of The Universe milik dato' Stephen Hawkings (dato'=mbah=nenek=kyai, bahasa makassar, bugis dan melayu, biasa digunakan untuk memanggil orang yang dianggap sudah sepuh, expert by the time and the experience) aku tidak bakal bisa melakukan lompatan quantum dari seorang pekerja IT dengan karya tercanggih terakhir tahun 2000 membangun jaringan terminal-server diskless (klien tanpa harddisk) make cytrix metaframe untuk 20 unit client AT486 di ponpes Rahmatul Asri kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Aku tidak bakal kenal lebih dalam apa itu CCNA, apa itu topologi, FSL, pathloss, proxy, router, bridge, squid, linux, freeBSD, mikrotik, canopy dalam waktu 6 bulan!

Pelajaran No. 1: Ingin melampaui "limit" anda? Terimalah job yang cuma ngasih 2 pilihan. Pertama, tidak bisa tidak harus bisa. Kedua, masih tidak bisa? Lihat kembali pilihan pertama.
Embrio e-government kota Palu adalah infrastruktur yang menghubungkan internet gateway kampus Universitas Tadulako di Tondo melintasi teluk palu sejauh 9KM menuju repeater di Donggala Kodi lalu berakhir ke proxy dan router server di kantor Walikota Palu dengan jarak udara 5.9KM.




Rancangan penempatan lokasi BTS tersebut adalah karya team pertama dari Universitas Tadulako, dengan tim inti yang dikepalai pimpinan UPT Produksi Keteknikan pak Zaenal dan beranggotakan bapak Yassir, bapak Dharma, dan bapak Rendra. Menurutku pemilihan ketiga titik lokasi penempatan BTS tersebut dengan pertimbangan utama, kontur dan coverage dari tiap BTS agar dapat melayani seluruh kantor pemerintah kota Palu di 4 kecamatan dan 43 kelurahan. Sebuah perencanaan yang sempurna untuk pertimbangan utama wilayah cakupan layanan koneksi wireless. Sampai kedatanganku ke Palu, team ini masih utuh, kemudian tim pertama ini dibubarkan oleh pimpinan, disinilah mimpi burukku yang berkepanjangan (syukurnya berkesudahan) dimulai. 1 tenaga ahli dan 2 teknisi pemula (yang lebih tepat disebut helper) harus melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh tim pertama, demi menegakkan malu dan nama Universitas Tadulako sebagai mitra kerja kota Palu.

Aku pernah terlibat dalam proyek pembangunan sarana air bersih kepulauan bantuan Jepang yang difasilitasi LP3M di pulau Barrang Caddi Makassar. Untuk membangun sebuah rumah generator yang bobotnya cuma 20% dari seluruh pekerjaan, aku membutuhkan tim yang beranggotakan 6 orang. Kali ini untuk mengkoneksikan dua lokasi dengan jarak udara total +/- 14KM aku cuma punya 2 orang yang NOL pengalaman dan -10 pengetahuan jaringan komputer (bener, minus sepuluh dengan skala penilaian 1-100), tapi kelebihan mereka berdua adalah tidak pernah bilang tidak bisa, sesuai benar dengan GBHBDKK (garis- besar haluan bekerja dalam kondisi kepepet). Pernah dalam seminggu secara marathon mereka naik turun tower setinggi 30meter di 3 lokasi, masing-masing tower dipanjati kurang lebih 5 kali. Besoknya mereka demam dan meriang sampai muntah-muntah bahkan. Seperti anak bayi yang mau nambah kemampuannya selalu diikuti demam tinggi.

Pelajaran No. 2: Rasa malu ternyata bukan cuma bisa menghasilkan output negatif seperti minder, tapi juga bisa menjadi energi besar untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Peringatan: Bekerja meningkatkan kemampuan secara spartan bisa mengakibatkan demam tinggi dan muntah-muntah.
Cukup dengan pengalaman spiritual dalam bekerja. Kembali ke fokus utama, e-government kota Palu. Konsep e-government kota Palu dimulai oleh Walikota Palu dengan menggandeng Universitas Tadulako sebagai mitra kerja. Bila merujuk pada struktur e-government dari KOMINFO-RI maka yang akan dibangun pertama adalah 2 pilar utama dari 4 pilar, yaitu infrastruktur dan akses internet.

Cemerlang! Internet adalah magnet kuat untuk para pegawai dalam lingkungan pemerintah kota Palu agar betah berjam-jam di depan komputer dan mulai membiasakan diri bekerja dengan jaringan komputer. Dari sinilah konsep e-govermnent kota Palu dimulai.

bersambung ke:
1. Konsep e-government sebaiknya berbasis komunitas.
2. Organisasi pengelola e-government.
3. Akses dan portal pelayanan publik
© 2009 - Catatan Pekerja IT | Free Blogger Template designed by Choen

Home | Top