Nasruddin Hoja: "Pilihan"

Nasruddin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan di masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja.

Hakim memulai perbincangan, “Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum...”

Nasruddin tidak sependapat, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.”


Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat cendekiawan sepertimu. Kalau punya dua pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?”

Nasruddin menjawab seketika, “Tentu, saya memilih kekayaan.”

Hakim membalas sinis, “Memalukan, cendekiawan yang diakui masyarakat, lebih memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”

Nasruddin balik bertanya, “Kalau pilihan tuan hakim?”

Hakim menjawab tegas, “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.”

Dan Nasruddin menutup, “Terbukti, pilihan seseorang dipengaruhi apa yang belum dimilikinya.”
© 2009 - Catatan Pekerja IT | Free Blogger Template designed by Choen

Home | Top