Nasruddin Hoja: "Orientasi"


Nasruddin diundang berburu, tetapi hanya dipinjami kuda yang lamban. Tidak lama, hujan turun deras. Semua kuda dipacu kembali ke rumah. Nasruddin melepas bajunya, melipat, dan menyimpannya, lalu membawa kudanya ke rumah. Setelah hujan berhenti, dipakainya kembali bajunya. Semua orang takjub melihat bajunya yang kering, sementara baju mereka semuanya basah, padahal kuda mereka lebih cepat.

“Itu berkat kuda yang kau pinjamkan padaku,” ujar Nasruddin ringan.

Keesokan harinya, cuaca masih mendung. Nasruddin dipinjami kuda yang cepat, sementara tuan rumah menunggangi kuda yang lamban. Tak lama kemudian hujan kembali turun deras. Kuda tuan rumah berjalan lambat, sehingga tuan rumah lebih basah lagi. Sementara itu, Nasrudin melakukan hal yang sama dengan hari sebelumnya.

Sampai rumah, Nasruddin tetap kering.

“Ini semua salahmu!” teriak tuan rumah, “Kamu membiarkan aku mengendarai kuda brengsek itu!”

“Masalahnya, pusat perhatianmu pada kuda, bukan pada baju.”
© 2009 - Catatan Pekerja IT | Free Blogger Template designed by Choen

Home | Top