Nasruddin Hoja: "Sepotong Roti"


Pada masa Timur Lenk, infrastruktur belum terbangun semua. Infrastruktur peninggalan penguasa sebelumnya sebagian rusak tidak terawat. Saat hujan lahan pertanian kebanjiran, saat kemarau ladang kekeringan, roda perekonomian yang ditopang pertanian mempengaruhi seluruh bidang, uang tak bergerak nyaris berhenti.

Timur Lenk tahu, banyak infrastruktur baru belum terbangun dan yang lama tidak terawat karena banyak pejabatnya yang korup, pejabatnya menganggap alam adalah bahan baku yang bisa dikuras habis, alam bukan mitra hidup. Banyak pejabat yang belum punya gambaran besar apa yang harus dicapai untuk rakyat.

Berulang tiap musim persoalan yang sama mereka hadapi, tapi tidak pernah lulus tuntas diselesaikan. Pejabat Timur Lenk lebih suka lolos hilangkan asap penyebab nafas sesak ketimbang temukan sebab api lalu mencegah terulang di musim berkut.

Timur Lenk berang ingin memberi pelajaran, dia lalu mengumpulkan para pejabatnya. Mereka datang dengan membawa buku-buku laporan. Timur Lenk yang marah merobek-robek buku-buku itu satu per satu, dan menyuruh para pejabat yang malang itu memakannya. Kemudian mereka dipecat dan diusir keluar, kini mereka tahu bagaimana bila persoalan rakyat yang kelaparan diselesaikan dengan laporan.

Timur Lenk memerintahkan Nasruddin yang telah dipercayainya menggantikan semua pejabat. Nasruddin mencoba mengelak, tetapi tetap dipaksa menggantikan tugas mereka yang dipecat.

Hasilnya tetap tidak memuaskan Timur Lenk. Maka Nasruddin pun dipanggil. Nasruddin datang menghadap Timur Lenk. Ia membawa sepotong roti hangat.

“Kau hendak menyuapku dengan roti celaka itu, Nasruddin?” bentak Timur Lenk.

“Laporan keuangan saya catat pada roti ini, Paduka,” jawab Nasruddin dengan gaya pejabat.

“Kau berpura-pura gila lagi, Nasruddin?” Timur Lenk lebih marah lagi.

Nasruddin menjawab takzim, “Paduka, usiaku sudah cukup lanjut. Aku tidak akan kuat makan kertas-kertas laporan itu. Jadi kesimpulan semua laporanku berada di sepotong roti hangat ini.”
© 2009 - Catatan Pekerja IT | Free Blogger Template designed by Choen

Home | Top