Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan

Zero burning menurut pendapat beberapa ahli lahan gambut mustahil dicapai selama membuka lahan dengan membakar masih jadi budaya masyarakat. Namun seluas-luasnya lahan yang akan dibuka oleh perseorangan tidak akan seluas yang dibutuhkan perusahaan.

Pembangunan menara pengamat dan patroli drone pemantau hutan sebagai bagian dari tindakan pencegahan hanya bagian kecil dari beberapa langkah lain yang harus dilakukan bersamaan.

Dari studi literasi, kami mengidentifikasi beberapa tindakan pencegahan dan penanggulangan lainnya yang harus dilaksanakan dengan pendirian menara-menara pengamat. Langkah-langkah tersebut:

  1. Managemen hutan yang profesional dan transparan. 
  2. Pemulihan lahan gambut terdegradasi. 
  3. Pembangunan menara induk pengamatan. 
  4. Pembangunan sumur, bendung, danau kecil sumber air pemadaman. 
  5. Partisipasi aktif masyarakat yang dibolehkan mengakses gambar dari kamera pengamat di menara pengamatan.

1. Manajemen Hutan

Mau diakui atau tidak (tapi sebaiknya diakui agar perbaikan dapat dilakukan dengan kondisi jujur dan menyeluruh) sistem pengelolaan hutan skala daerah dan nasional masih jauh dari beres.

Beberapa data dan fakta ketidakberesan mengelola anggaran mengurus hutan diungkapkan Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran pada dokumen berikut (klik untuk unduh). Manajemen hutan bukan keahlian kami, sejauh yang bisa kami bantu hanya membeberkan data untuk bersama-sama dibenahi tanpa buang waktu mencari siapa yang salah.

2. Pemulihan dan Pemberdayaan Lahan Gambut

Senang sekaligus sedih, saat kami mencari hasil-hasil penelitian tentang lahan gambut, bertaburan hasil penelitian yang bagus-bagus, sayangnya terhenti di publikasi tanpa eksekusi? Karakteristik lahan gambut (unduh) yang unik, butuh perlakuan khusus.

Usulan solusi dari presiden dengan pembangunan kanal-kanal yang membagi lahan gambut menjadi kolom dan baris bisa dicoba, jika kanal tersebut berdinding keras bukan hanya berupa sodetan tanah, mengingat kemampuan lahan gambut menyerap air hingga 300-3000% bobot keringnya.

Selain tindakan tersebut, sudah ada peneliti dari Banjarbaru yang meneliti bagaimana memuliakan kembali lahan gambut yang terdegradasi (unduh), dan penelitian Potensi Lahan Gambut untuk Pertanian (unduh). Bagian ini juga bukan keahlian kami.

3. Pembangunan Menara Pengamat

Dari hitungan kasar kami, biaya perangkat permenara (diluar menara, hiydrant/ sumur dalam/ sumber air lainnya yang ditempatkan di lokasi menara pengamat) dengan daya jangkau pengamatan hingga radius 8 kilometer, tanpa menggunakan perangkat yang khusus, seperti artikel sebelumnya, bisa menghemat hingga 50%. Berupa topologi dan skema, tanpa prototype.

Hambatan kondisi hutan yang non LOS (Line of Sight) bisa diatasi dengan beberapa cara, bisa menggunakan frekuensi Non-LOS white space 900MHz, bisa dengan membangun Mesh Wireless Network, access point yang dipasang di banyak titik hingga semua menara terhubung dengan pusat kontrol dan pengamatan hutan.

Penempatan menara di dekat sumber air (buatan atau alami) untuk memudahkan tim pemadaman reaksi cepat mencapai lokasi kebakaran dengan sumber air yang telah tersedia di dekat dari lokasi kebakaran. Selain pertimbangan sumber air untuk pemadaman, penempatan menara juga memperhatikan daerah-daerah hutan yang ditandai sebagai rawan terbakar, mengingat jangkauan permenara +/- 800 ha, sementara luas hutan yang akan diawasi belasan juta hektar. Tanpa dukungan patroli drone dan masyarakat menara pengamat tidak akan efektif.

4. Pembangunan sumur, bendung, danau kecil sumber air pemadaman.

Salah satu kedala yang dirasakan oleh petugas pemadaman di lapangan adalah sungai kering atau tidak adanya sumber air. Bila luasan lahan gambut dibagi beberapa zona dan pada setiap zona terdapat satu sumber air untuk pemadaman bagi tim reaksi cepat, maka api dan kebakaran dapat diisolir dan dicegah meluas.

5. Partisipasi Aktif Masyarakat. 

Tanpa partisipasi aktif masyarakat, pencegahan dan penanggulangan menyeluruh sulit diwujudkan. Kita yang berteriak-teriak hari ini karena diselimuti asap, berjarak ratusan kilometer dari sumber api dan asap. Masyarakat di sekitar lahan dan hutan gambut harus aktif diberdayakan, apalagi menurut dokumen ini, Kalimantan Tengah pada bulan Desember Tahun 2010 terpilih sebagai provinsi percontohan untuk REDD+ sebagai bagian dari pelaksanaan Surat Niat yang ditandatangani bersama oleh Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Norwegia, yang mencakup juga komitmen untuk membayar US$1 milyar kepada Indonesia jika berhasil mengurangi emisi di sektor kehutanan.

Walaupun tanpa insentif, mestinya masyarakat dan pemerintah daerah dan pusat tetap harus miliki kesadaran mengatasi festival kabut asap tahunan, agar bumi dan negeri ini masih layak huni untuk generasi mendatang.



© 2009 - Catatan Pekerja IT | Free Blogger Template designed by Choen

Home | Top